Cerpen Hiu Kecil

Suatu hari di desa yang bertempat di dekat laut, ada seorang pemuda bernama Hasan. Hasan merupakan anak dari Bapak Agung yang bekerja sebagai nelayan. Saat masih sekolah Hasan sering ikut Bapaknya ke laut. Hasan diam-diam memperhatikan cara Bapaknya mencari ikan. Bagaimana cara Bapaknya menebar jaring, cara Bapaknya memberi umpan dan cara Bapaknya menarik jaring untuk melihat tangkapan ikan yang didapat.

Sampai suatu ketika, umur Hasan mencapai 20 tahun. Hasan memutuskan untuk menjadi nelayan juga. Hasan yang dulu belajar menangkap ikan hanya dengan melihat Bapaknya, kini mau merasakan sendiri bagaimana mencari ikan. Segala persiapan sudah Hasan persiapkan, dimulai dai menyewa kapal, membeli perlengkapan jaring, sampai topi nelayan untuk menghindari panas dari sinar matahari sudah ia siapkan.

            Sampai akhirnya hari untuk turun melaut itu datang. Hasan siap untuk menangkap ikan. Hari ini hari pertama kalinya Hasan mencoba sendii menjadi nelayan. Dengan tekad yang kuat Hasan menaiki kapalnya. Perlahan tapi pasti kapalnya mulai berada ke tengah laut. Sinar matahari saat itu sangat panas tapi tidak menyurutkan semangat Hasan. Kemudian Hasan menebar jaring di tengah laut. Setelah itu Hasan membei umpan berupa roti-roti kecil supaya ikan pada datang dan terperangkap dijaring. Setelah semuanya beres Hasan menunggu. Hasan menunggu sambil beryanyi. Hati Hasan gembira. Sepertinya tangkapan Hasan benar-benar akan banyak pada hari ini. Hampi satu jam Hasan menunggu, akhirnya Hasan angkat jaring perangkap ikannya. Benar saja, hasil yang didapat Hasan cukup Banyak. Hasan bahagia. Hasan bawa naik satu persatu ikan dan dimasukan dalam bak yang ia bawa. Bak tersebut cukup besar. Hampir ada 3 bak yang terisi ikan. Setiap bak rata-rata berisi 10-15 ikan. Hasan senang sekali ketika melihat bak-bak yang terisi ikan yang sangat segar tersebut. Hasan tidak sabar untuk membawa ikan-ikan hasil tangkapannya untuk dibawa kepasar untuk dijual.

            Sesampai dipasar Hasan dengan langkah riangnya membawa bak-bak ikan hasil tangkapannya untuk dijual. Namun hal yang membuat Hasan kaget saat menjual ikan-ikan hasil tangkapannya ialah ikan yang Hasan jual dibeli dengan harga murah.

            “Kenapa ikan tangkapan saya dibeli dengan harga murah Bu?” tanya Hasan.

            “Ikannya sudah tidak segar mas”

            Hasan terdiam dan melihat ikan hasil tangkapannya di bak-bak yang ia bawa. Benar saja, ikan tangkapannya sudah tidak segar, hanya bergerak semampunya saja. Hasan pun pulang dengan kepala tertunduk.

            Keesokan harinya, Hasan kembali akan menangkap ikan dengan semangat yang baru, Hasan yakin kini tangkapannya akan menghasilkan ikan segar. Hasan mengira mungkin ikan-ikan kemarin tidak segar karena cuaca sangat panas. Kini Hasan berangkat ke laut dengan cuaca tidak sepanas kemarin. Hasan melaut lagi, menebarkan jaring lagi, dan mendapatkan ikan lagi. Hasilnya hari ini malah lebih banyak dari hari kemarin. Hasan tersenyum, kemudian ia bawa ikan-ikan hasil tangkapannya ke pasar. Namun ketika sampai dipasar sebelum ikan-ikan dijual, Hasan melihat lagi ikan-ikan di bak yang Hasan bawa.

            “Kok ikan-ikannya kayak kemarin, pada gak segar lagi”

            Hasan kecewa. Kemudian ia mendapatkan uang dari hasil penjualan dibawah harga standar karena alasan ikan tidak segar. Pulang ke rumah dengan kepala tertunduk, Hasan lalu bercerita kepada Bapaknya kenapa ikan hasil tangkapannya tidak segar ketika dibawa ke pasar.

            “Coba kamu beri ikan Hiu kecil dibak tangkapanmu” saran Bapak hanya membuat Hasan bingung.

            “Kalau ada ikan Hiu bukannya akan memakan hasil tangkapan kita ya Pak? Walaupun itu Hiu kecil sekalipun” tanya Hasan.

            “Coba saja, itu dipasar banyak yang jual Hiu kecil, kamu coba beli satu, masukan ke bak hasil tangkapan ikanmu, dan lihat apa yang terjadi nanti”

            Hasan hanya menurut saja. Keesokan harinya sebelum pergi melaut lagi, Hasan pergi ke pasar dulu untuk membeli Hiu kecil sebanyak 3 ekor untuk Hasan masukan ke dalam 3 bak yang Hasan bawa melaut. Setelah Hiu-Hiu kecil ada dibak, kemudian Hasan melaut. Hasan menaiki kapalnya. Cuaca saat ini sangat panas. Walau Hasan sudah memakai topi, namun tetap saja panas tetap Hasan rasakan. Hasan mulai menebarkan jaring ditengah laut. Umpan juga sduah Hasan sebarkan setelah jaring terpasang. Hasan menunggu hampir 2 jam sebelum mengangkat hasil tangkaapnnya. Seperti biasa, cukup banyak ikan yang berhasil Hasan dapatkan, lalu Hasan taruh dibak hasil tangkapannya. Pada satu bak terisi ikan 10 sampai 12 ikan. Ketika ikan sudah dimasukan ke dalam bak, Hasan melihat ikan-ikan hasil tangkapannya langsung dikejar-kejar oleh Hiu kecil. Hasan sempat panik melihatnya. Namun Hasan percaya dengan Bapaknya, kalau ikan hasil tangkapannya baik-baik saja.

            Lalu Hasan pergi ke pasar dengan membawa bak hasil tangkapannya. Sebelum Hasan jual, ia melihat ikan-ikan yang ada dibak. Hasan kaget jumlah ikan yang Hasan bawa ternyata berkurang. Hasan hitung, hanya ada 6 sampai 7 ikan yang ada di tiap-tiap bak. Namun Hasan senang. Akhirnya Hasan paham maksud Bapak menyarankan menaruh Hiu kecil di bak. Walau hanya tertsisa 6-7 ikan, tapi ikan tersebut terlihat segar sampai dipasar. Ikan-ikan tersebut masih terus bergerak agar tidak dimakan Hiu kecil, sehingga sampai dipasar ikan-ikan tersebut masih segar. Hasan pun mendapatkan uang hasil tangkapannya tidak dibawah standar lagi. Hasan pulang ke rumah dengan bahagia.

            “Gimana hasil tangkapanmu? Masih segar ikan-ikannya?” tanya Bapak Hasan.

            “Terimakasih Pak, karena ada Hiu kecil ikan-ikannya masih segar, ternyata Hiu kecil membuat ikan-ikan hasil tangkapan terus bergerak sehingga ketika sampai dipasar ikan-ikan tersebut terlihat segar, walaupun hasil tangkapan berkurang karena dimakan Hiu kecil” jawab Hasan dengan bahagia.

Artikel Lainnya