Kata-kata Mutiara Float

18 Kata-kata Mutiara Float dari Lirik Lagu, Sementara

Bagi pencinta musik terutama para penikmat senja alias penyuka musik indie, tentu sudah akrab dengan grup musik Float. Ya, Float memiliki lagu yang populer berjudul Sementara dan sudah banyak orang mengetahuinya.

Tak hanya Sementara, masih banyak lagu Float yang populer. Mulai dari Pulang hingga Keruh sangat cocok kamu dengarkan. Selain musik yang nyaman di telinga, lirik lagu Float juga memiliki makna mendalam.

Penasaran dengan kata-kata mutiara Float? Berikut Memora.id rangkum kata-kata mutiara Float dari lirik lagu.

Kata-kata Mutiara Float

Kata-kata Mutiara Float

Berikut kata-kata mutiara Float

1. “Sementara, teduhlah hatiku. Tidak lagi jauh. Belum saatnya kau jatuh.” – Sementara.

2. “Sementara, ingat lagi mimpi, juga janji-janji. Jangan kau ingkari lagi.” – Sementara.

3. “Percayalah hati, lebih dari ini pernah kita lalui. Jangan henti di sini.” – Sementara.

4. “Nikmatilah lara untuk sementara saja.” – Sementara.

5. “Bawa aku pulang, rindu. Bersamamu.” – Pulang.

6. “Air mata tak mungkin lagi kini. Bicara tentang rasa.” – Pulang.

7. “Jelajahi waktu ke tempat berteduh, hati kala biru.” – Pulang.

8. “Membentang kau jelas di sana, namun tak teraih.” – Tiap Senja.

9. “Tak mestinya luka menghentikan langkah. Bila saatnya, hadapilah.” – Tiap Senja.

Kata-kata Mutiara Float

Kata-kata Mutiara Float

Berikut kata-kata mutiara Float

10. “You and I painting rainbows when no rain falls on our wall.” – Stupido Ritmo.

11. “You and I laughing loudly with no reasons in our walk.” – Stupido Ritmo.

12. “Tumbuh sejuta rasa di hati yang dulu diingkari.” – 3 Hari untuk Selamanya.

13. “Rindu yang kian terbendung lama telah mencapai batasnya.” – 3 Hari untuk Selamanya.

14. “Jejak-jejak langkah untuk kembali punah ditelan hari.” – Keruh.

15. “Senyapnya malam bergemuruh. Di laut batin yang keruh.” – Keruh.

16. “Melayang jauh di sudut angkasa tak berbintang. Memohon agar lahir lagi terang.” – Keruh.

17. “Tumbuh sejuta asa di hati. Berharap terpenuhi.” – Biasa.

18. “Janji-janji terucap tanpa sadari. Kata hati tak semua didengarkan lagi.” – Biasa.

Artikel Lainnya