Daftar Komunitas Lingkungan Hidup di Kota Bandung

Daftar Komunitas Lingkungan Hidup di Kota Bandung

Penulis: Heri Setiawan

Kota Bandung memiliki beberapa komunitas yang sangat peduli dengan lingkungan hidup. Kepedulian akan lingkungan hidup ini membuat komunitas-komunitas ini selalu menjunjung kebersihan lingkungan serta merawat lingkungan hidup yang jadi concern komunitas.

Berikut Memora.ID rangkum ada beberapa daftar komunitas yang peduli dengan lingkungan hidup.

Daftar Komunitas Lingkungan Hidup di Kota Bandung

Komunitas Cai

Komunitas CAI atau Cinta Alam Indonesia dibentuk pada tahun 2019 oleh pemuda kreatif asal Kelurahan Ledeng, Kota Bandung. Komunitas CAI hadir melakukan revitalisasi lingkungan di sekitar Gedong Cai Tjibadak 1921. Gedong Cai Tjibadak 1921 sendiri merupakan sebuah sumber mata air ya ng sudah ada sejak zaman Belanda dulu. Aliran sumber mata air Gedong Cai Tjibadak 1921 sudah  dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari hari. Komunitas CAI hadir untuk terus menjaga dan merawat Gedong Cai Tjibadak 1921 agar terus bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Di samping kegiatan revitalisasi lingkungan sungai, Komunitas CAI juga aktif menginformasikan tentang sejarah Gedong Cai Tjibadak kepada masyarakat yang sudah berumur genap satu abad. Komunitas CAI juga pernah menggelar Festival Gedong Cai yang rutin digelar sejak 2012 hingga 2018. Terbaru, pada akhir tahun 2021 lalu, pemerintah Kota Bandung menggelar 100 tahun Gedong Cai Tjibadak 1921.

Komunitas Cika Cika

Komunitas Cika Cika sudah berdiri sejak tahun 21 Desember 2012. Nama Cika Cika diambil dari singkatan sungai Cikapundung dan Cikalapa. Selain itu Cika Cika atau biasa dikenal sebagai hewan kunang kunang dikatakan sebagai pemantau lingkungan dan jika terdapat Cika-Cika di Sungai, berarti lingkungan sungai itu sangat bersih. Kegiatan yang rutin dilakukan oleh Komunitas Cika-Cika ialah membersihkan sungai dengan bantarannya setiap hari Sabtu dan Minggu. Selain itu ada program olahraga, edukasi, seni budaya dan pembibitan tanaman, tapi program utamanya yaitu melestarikan sungai Cikapundung. Komunitas Cika-Cika berharap dengan dibuatnya program-program tersebut, semoga semakin banyak masyarakat yang peduli untuk melestarikan sungai serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Masyarakat Kreatif Kampoeng Tjibarani

Wilayah Kampung Cibarani merupakan lingkungan hijau di tengah padatnya pembangunan Kota Bandung. Pada akhir 2020, di Kampung Cibarani terbentuklah perkumpulan yang begitu antusias berupaya mengembangkan potensi Kampung Cibarani. Perkumpulan ini biasa disebut dengan Masyarakat Kreatif Kampoeng Tjibarani. Masyarakat Kreatif Kampoeng Tjibarani telah memberikan andil yang cukup signifikan terhadap perkembangan wilayahnya. Program yang digulirkan pun selalu melibatkan warga, hal ini senada dengan tagline yang mereka bunyikan, “bersama-sama dengan masyarakat dan kader lokal, kami melaksanakan program dengan perencanaan partisipatif, dan program-program yang komprehensif dan integral”.

Baca Juga :  Lakon Heritage Miko Mall, Tempat Belanja Batik Murah dan Berkualitas di Bandung

Kampung Berkebun Pajajaran

Kampung Berkebun Pajajaran memiliki kisah panjang sejak dimulai pada tahun 2014. Konsep berkebun di bantaran sungai ini berhasil mengubah kesan kumuh di pinggiran Sungai Citepus menjadi kawasan produktif yang menghasilkan berbagai jenis sayur-sayuran. Berawal dari keisengan Yayan dan Udin yang tinggal di pinggiran Sungai Citepus untuk memulai menanam di atas bantaran sungai. Berbagai komoditas penting kebutuhan rumah tangga ditanam. Ada bawang, cabai, tomat, terong, kemangi, dan aneka bumbu dapur lainnya. Di langit-langit pekarangan, nampak pula tanaman markisa yang bersifat merambat. Selain produktif, para-para itu bikin suasana di Padjadjaran asri dan sejuk. Pembaruan komoditas kampung berkebun pun terus dilakukan, sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat sekaligus berpartisipasi langsung peduli terhadap inflasi daerah.

Kampung Cibunut

Kampung Cibunut diresmikan pada 27 november 2017 sebagai kampung kreatif karena keunikan warganya yang bergotong royong  mempercantik tempat tersebut dengan mural dan segala hiasan sampah daur ulang. Penduduk Kampung Cibunut menerapkan gerakan Zero Waste, bank sampah, dan melakukan pengolahan sampah secara berkala. Sampah yang ada terdiri dari sampah warga setempat dan 100 ember yang disebar pada setiap sudut. Kemudian, sampah yang sudah terkumpul akan dihancurkan ataupun diremukkan, lalu dimasukkan ke Biodigester untuk menjadi energi terbarukan. Warga setempat di Kampung Cibunut Berwarna pun memiliki aktivitas dan wisata edukasi menarik lainnya, seperti dibentuknya sebuah komunitas Bernama BOCIL (Bocah Cinta Lingkungan). Tak hanya itu, kampung ini juga menjadi ruang wisata edukasi lingkungan hidup.

Artikel Lainnya