AS Roma alami dua kekalahan beruntun. Udinese dan Ludogorets berhasil membuat Roma pulang dengan tangan kosong. Roma tampil sangat buruk dan bahkan kalah determinasi dari tim lawan.
Salah satu elemen yang cukup vital buat Roma kalah yakni duet Cristante dan Matic. Berikut Memora.ID rangkum kekurangan duet Cristante dan Matic.
1. Kurang umpan progesif
Cristante dan Matic adalah pemain satu tipe. Tipe gelandang bertahan yang sering digunakan Mou untuk menyeimbangkan lini tengah. Keduanya jarang beri umpan kunci berupa terobosan ke lini depan. Umpan progesif ke depan yang kurang ini membuat serang Roma kurang variatif.
2. Tipikal DMF yang sama
Mourinho harus mempertimbangkan bahwa Cristante dan Matic adalah tipikal DMF yang sama. Ketika dua DMF bermain, maka diperlukan CMF yang cepat alirkan bola ke depan. Musim lalu ada Mkhitaryan, tapi musim ini Roma tidak punya pemain seperti itu. Pellegrini belum sebagus itu jadi gelandang yang suplai lini depan.
3. Cover keduanya kurang bagus
Mou menempatkan Cristante dan Matic bersamaan agar lini tengah bisa kuat terlebih masalah bertahan. Namun keduanya malah ciptakan lubang besar di lini tengah. Keduanya sering telat cover yang membuat lini kedua ini jadi bulan-bulanan lawan.
4. Aliran bola keduanya lamban
Tempo menjadi masalah serius AS Roma di dua laga. Roma seperti kehilangan sentuhan permainan bola cepat. Cristante dan Matic sangat lambat alirkan bola yang membuat lini tengah AS Roma seperti mati dan terkunci.
Tentang Penulis
Tulisan Terakhir
- Film Buku17 September 2024Ringkasan Cerita Please Look After Mom Karya Kyung-sook Shin, Lengkap Amanat Cerita
- Film Buku17 September 2024Ringkasan Cerita The Vegetarian Karya Han Kang, Lengkap Amanat Cerita
- Ragam11 September 2024Panduan Praktis Belajar Chord Gitar Lagu Indonesia
- Ragam3 September 2024Tumpeng Bandung, Rekomendasi Kuliner Enak dengan Cita Rasa Tradisional