Filosofi Ketupat dan Resep Pembuatannya

Filosofi Ketupat dan Resep Pembuatannya

Ketupat adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang sangat populer, terutama saat perayaan Idul Fitri atau Lebaran. Makanan ini terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur atau daun kelapa kering, membentuk segitiga atau persegi panjang. Proses pembuatannya melibatkan cara memasak nasi dalam janur atau daun kelapa yang kemudian direbus hingga matang. Ketupat memiliki tekstur yang padat dan konsisten serta rasa yang gurih, membuatnya menjadi pendamping yang sempurna untuk hidangan khas Lebaran seperti opor ayam atau rendang.

Selain sebagai makanan lebaran, ketupat juga memiliki makna simbolis dalam budaya Indonesia. Bentuknya yang sederhana namun unik melambangkan kesederhanaan dan kebersamaan dalam merayakan momen-momen penting, serta kesetiaan terhadap tradisi leluhur. Ketupat juga menjadi simbol rasa syukur atas berkah yang diberikan, karena proses pembuatannya yang memerlukan kesabaran dan kerjasama antara anggota keluarga.

Ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan persatuan di tengah perayaan. Tradisi memasak dan menyantap ketupat bersama-sama menjadi momen yang mempererat hubungan antaranggota keluarga dan tetangga. Melalui ketupat, terjalinlah ikatan emosional dan nilai-nilai kebersamaan yang turun-temurun, menjadikannya sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya dalam masyarakat Indonesia.

Berikut Memora.ID rangkum Filosofi Ketupat dan Resep Pembuatannya.

Filosofi Ketupat

Filosofi Ketupat dan Resep Pembuatannya

Ketupat, makanan khas yang tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri, bukan sekadar memanjakan lidah dengan cita rasa gurihnya, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Beberapa aspek filosofis yang terkandung dalam ketupat meliputi:

1. Ngaku Lepat dan Laku Papat:

Ngaku Lepat, dalam bahasa Jawa, mengacu pada pengakuan kesalahan dan permohonan maaf dalam tradisi makan ketupat saat Hari Raya. Ini melambangkan saling memaafkan atas segala khilaf dan dosa yang telah terjadi selama setahun.

Laku Papat, atau empat tindakan dalam bahasa Jawa, menunjukkan rangkaian upaya spiritual yang meliputi limpahan rezeki, pengampunan dosa, penyucian diri, dan pintu ampunan yang terbuka lebar dari Allah SWT.

2. Bentuk dan Anyaman Ketupat:

Bentuk segi empat ketupat melambangkan empat kiblat, mengingatkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah dalam segala arah dan situasi.

Anyaman ketupat yang rumit mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan dalam menjalani kehidupan, sementara warna putihnya melambangkan kesucian hati setelah menjalani bulan Ramadan.

3. Ketupat dan Janur Kuning:

Janur kuning yang digunakan sebagai bungkus ketupat mewakili hati nurani yang suci dan bersih. Prosesi membungkus ketupat yang rumit menjadi simbol kesabaran dan ketekunan dalam mencapai tujuan spiritual.

4. Ketupat dan Makanan Pendamping:

Ketupat sering disajikan dengan hidangan seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati, yang melambangkan rasa syukur atas limpahan rezeki dan kebahagiaan yang diperoleh.

Resep Pembuatan Ketupat

Filosofi Ketupat dan Resep Pembuatannya

Bahan-bahan:

– 1 kg beras pulen
– 20 lembar janur kuning
– Air secukupnya
– Garam secukupnya

Langkah-langkah:

Menyiapkan Janur:

1. Pilih janur kuning yang masih muda dan fleksibel.
2. Cuci janur dengan air bersih, lalu buang bagian yang keras dan kotor.
3. Potong janur menjadi panjang sekitar 50 cm.
4. Lipat janur menjadi dua bagian, kemudian anyam hingga membentuk ketupat.

Menyiapkan Beras:

1. Cuci beras hingga bersih, kemudian tiriskan.
2. Rendam beras dalam air selama 4-6 jam.
3. Tambahkan garam secukupnya dan aduk rata.

Memasak Ketupat:

1. Didihkan air dalam panci besar.
2. Masukkan ketupat yang sudah diisi dengan beras ke dalam panci.
3. Pastikan ketupat terendam air sepenuhnya.
4. Tutup panci dan rebus ketupat selama 4-5 jam dengan api sedang.
5. Setelah itu, matikan api dan biarkan ketupat di dalam panci selama 12 jam untuk memastikan matangnya dengan sempurna.
6. Angkat ketupat dan tiriskan.
7. Cuci ketupat dengan air dingin untuk menghilangkan sisa air rebusan.
8. Ketupat siap disajikan dengan hidangan pendamping seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati.

Sumber:

Sejarah & Makna Ketupat pada Momen Lebaran dalam Islam – CNBC Indonesia: https://www.cnbcindonesia.com/research/20230423100106-128-431841/sejarah-makna-ketupat-pada-momen-lebaran-dalam-islam
Filosofi Ketupat – Kedungboto Limbangan: http://kedungboto.desa.id/kabardetail/SUEzWTVkL21PU3hBaWw2a1hLVWhQZz09/filosofi-ketupat.html
Makna Ketupat Yang Menjadi Menu Khas Lebaran – Diskominfo Prov. Kaltim: https://diskominfo.kaltimprov.go.id/artikel/makna-ketupat-yang-menjadi-menu-khas-lebaran
https://www.liputan6.com/islami/read/5263650/sejarah-ketupat-sebagai-hidangan-khas-lebaran-beserta-filosofinya
https://www.liputan6.com/hot/read/5294611/filosofi-ketupat-saat-idulfitri-punya-makna-mendalam
Resep Ketupat Lebaran yang Gurih, Empuk & Tahan Lama – Tokopedia: https://www.tokopedia.com/blog/resep-tips-membuat-ketupat-lebaran-hlv/?utm_source=google&utm_medium=organic

 

Tentang Penulis

memora.id
memora.id
Please be memorable with us
Tulisan Terakhir