Cerpen: Cerita Tentang Hujan

“Menurutmu, apa hujan seperti ini menyenangkan ?”

Aldi mengagetkan lamunan Rika yang membuat Rika langsung melirik kaca untuk melihat hujan yang sedang deras-derasnya sekarang.

“Bisa ya bisa tidak”

“Alasan tidak ?”

“Karena hujan menghambat”

“Menghambat orang yang mau pergi ?”

“Ya, seperti menghambat kita saat ini, yang harus menunggu terlebih dahulu hujan berhenti seutuhnya baru kita bisa bergegas pulang”

Mendengar jawaban Rika, membuat Aldi menghela nafas, lalu Aldi meminum coklat panas yang ada di hadapannya untuk menghangatkan suasana.

“Lalu kalau alasannya hujan menyenangkan ?”

“Ya tanpa hujan, hidup ini tidak akan seimbang”

“Maksudnya ?”

“Ada luka ada bahagia”

Aldi sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Rika barusan. Aldi tak mengerti mengapa Rika berkata seperti itu di suasana hujan seperti ini. Aldi hanya mencoba menahan apa yang dia rasakan sekarang terhadap kata-kata Rika barusan.

Aldi menatap kaca sambil meminum coklat panasnya sekali lagi.

“Kalo menurutmu Aldi”

“Menurutku tentang ?”

“Tentang hujan”

“Hujan itu menyenangkan” kata Aldi sambil tersenyum.

“Kau punya kenangan tentang hujan ?”

“Ada alasan yang lebih dari itu Rika”

“Apa alasannya ?” Rika mulai memperhatikan Aldi dengan seksama.

“Coba lihat, bagaimana bisa titik-titik air dengan kecepatan seperti itu bisa turun dengan indahnya ke bumi, itu fenomena luar biasa yang diciptakan Tuhan” kata Aldi sambil tangannya menengadah ketika menyebut kata Tuhan.

“Aldi, kau bercanda ? Kau terlihat seperti profesor sains bergelar sastra juga bergelar ustadz” Rika tertawa menggelakan.

Aldi hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya saja, sambil ikut tertawa bersama Rika. Kemudian setelah itu, suasana kembali hening. Aldi melihat coklat panasnya, sudah habis.

“Karena hujan sama seperti air mata” Tiba-tiba Aldi berkata.

Rika sontak langsung menatap Aldi dengan tatapan yang meminta penjelasan dari apa yang barusan Aldi bicarakan.

“Aku ingin mendengar lagi, apa yang kamu ucap barusan” tatap Rika, suasana tiba-tiba berubah jadi mellow.

“Karena hujan sama seperti air mata, sama-sama menghapus kepedihan, walau harus melalui tetes air”

Aldi tak mengerti sebenarnya dengan apa yang telah ia ucapkan, tapi entah mengapa ucapannya tersebut tiba-tiba saja membuat Rika memandang hujan lebih lama dan termenung di setiap detik setiap melihat tetesan-tetesan tersebut.

“Rik ?” Aldi membuyarkan lamunan Rika.

“Kamu tak apa ?”

Rika hanya menggeleng-geleng sambil meminum coklat panas miliknya yang sepertinya sudah mulai mendingin itu.

……………………

Kau tau Rika, jika kau melamun seperti itu, apakah kau bisa menebak apa yang aku pikirkan tentang kamu sekarang ? Ya, aku memikirkan sebuah. Kenangan yang mungkin saja masih mengusik pemikiranmu, bukan begitu Rika ? Aku tahu semuanya.

Kenangan. Kata itu sangata mengusik dirimu, karna aku tau, kau baru saja dikhianati oleh seseorang laki yang serimg kau sebut namanya ketika kau sedang bersamaku. Entah aku harus bahagia atau tidak ketika harus melihatmu seperti ini, melihatmu sendiri.

Kalau mungkin menurutmu melamun itu bisa menghilangkan keresahanmu, biarkan aku juga ikut melamun sepertimu, Biar aku bercerita kepadamu tentang hujan melalui lamunan-lamunan kita. Kau tau Rika, aku pernah membaca dongeng fiksi cerita tentang hujan. Kau tau mengapa hujan terjadi berdasarkan cerita fiksi itu ? ya akan aku ceritakan. Hujan, dalam fiksi tersebut diceritakan bahwa ada sang putri di kahyangan yang sedang menangis. Kau tau mengapa sang putri itu menangis ? Sang putri menangis  karena dia telah jatuh cinta pada orang yang salah. Awalnya seperti ini Rika, sang putri bosan tinggal di kahyangan dan ia ingin tinggal di bumi untuk mencari sebuah kebahagiaan yang tidak didapatkannya di kahyangan. Bahagia seperti apa ? Mungkin cinta alasannya. Benar saja setelah turun ke Bumi, sang putri jatuh cinta kepada seorang pria. Namun apa yang dirasakan pria tersebut tidak sesuai dengan perasaan sang putri, pria tersebut tidak memiliki perasaan sedikit pun dengan sang putri. Hal itu membuat sang putri kecewa, dan memilih untuk naik ke kahyangan dan sesampainya di sana, sang putri memotong kedua sayapnya, karna sang putri beranggapan dia tidak akan pernah kemana-mana lagi dengan kedua sayapnya karna tempat lain selain kahyangan hanya akan memberikannya luka.

“Biarkan aku tak bisa kemana-mana, asalkan hati ku tak mengalami sakit seperti ini” ucap sang Putri sambil memegang pisau dan menengok sayap sebelah kanannya. Sang Putri kemudian benar-benar menggoreskan pisau di sayap kanannya.

Sang putri kini sedang menahan sakit karena sedang memotong sayapnya. Namun ternyata kejadian yang diharapkan sang putri berlainan, dalam proses ingin memotong sayapnya, ternyata sayap sang Putri tak bisa dipotong secara utuh. Hanya bisa dipotong menggantung, dan potongan itu memberi rasa sakit yang sangat luar biasa. Mulai hari itu lah sang putri kemudian menangis dan menangis. Kemudian tangisan itulah yang disebut hujan sampai sekarang.

Rika, tentunya kau tak ingin seperti Sang Putri kan yang melakukan kesalahan karena kesalahannya sendiri ? Lalu kalau kau tak ingin seperti itu, berdirilah dari tempat dudukmu dan gandeng aku, ajak aku keluar, kita nikmati hujan bersama, menikmati luka sang putri bersama-sama, karna kau tau Rika, kau baru saja terluka karena pengkhianatan, dan untukku, aku harap dengan adanya diriku yang ikut merasakan lukamu bisa membuatmu lupa sejenak akan yang namanya sakit karena cinta. Juga mungkin dengan cara seperti itu sang putri bisa berhenti menangis, karena sang putri bakal tau ada yang senasib dengannya.

…………..

“Aldi” Rika tiba-tiba berdiri.

“Iya ?” Aldi menatap Rika yang sedang berdiri di sampingnya.

Lalu, tanpa diduga Aldi, Rika menggandeng aldi keluar, Aldi sontak terkaget dengan perangai Rika.

Rika ? Kau bisa mendengarkan cerita ku melewati lamunan tadi ? Hati Aldi terus merancau seperti tak percaya bahwa Rika melakukannya.

Aldi hanya melongo sambil melihat tangannya digandeng Rika, Aldi masih tak percaya bagaimana mungkin Aldi bisa berbicara dengan Rika melalui sebuah lamunan, ini hal yang tak mungkin. Ini hal yang tidak wajar. Benar-benar tidak wajar.

“Aldi, hujan akhirnya berhenti” Rika menelentangkan kedua tangannya.

Aldi termenung memandang Rika dan memandang langit yang tak hujan lagi.

Rika apa artinya ini ? Sang Putri berhenti menangis ?  Cerita tentang hujan benar-benar ada ?

…….

[merupakan cerita cuplikan di novel Jejak Langkah yang Kau Tinggal yang terbit 2016 Penerbit Ellunar]

Artikel Lainnya