9 Bahaya Konsumsi Kol Goreng, Salah Satunya Picu Kanker Ginjal

Bahaya konsumsi kol goreng masih menjadi perdebatan di publik. Pasalnya makanan yang digoreng dengan minyak memang akan memiliki rasa yang nikmat. Apalagi disantap bersama dengan nasi, ayam goreng, kol goreng hingga lauk lainnya. Namun seperti diketahui makanan berminyak termasuk dalam makanan yang tidak baik untuk tubuh termasuk kol goreng.

Bicara tentang makanan berminyak, tentu yang sedang menjadi primadona adalah kol goreng. Kol memang memiliki rasa yang berbeda saat di goreng. Kamu akan merasakan rasa manis saat kol tersebut di goreng hingga matang. Tak seperti rasa kol di lalapan yang cenderung hambar. Tetapi rasa enak inilah yang justru menjadi bahaya konsumsi kol goreng.

Namun kol mentah nyatanya malah memiliki manfaat berlimpah daripada kol goreng. Beberapa manfaat kol mentah antara lain terdapat zat antikanker berupa senyawa sulforaphane. Selain itu kandungan apigenin juga terbukti bisa mengobati kanker payudara. Oleh sebab itu kol mentah lebih baik dibanding dengan kol goreng yang dapat menimbukan bahaya apabila dikonsumsi.

Zat-zat antikanker tersebut akan hilang seketika saat kol digoreng. Efeknya segala jenis zat di kol berupa vitamin A, B, C dan K akan hilang dan hancur. Oleh sebab itu kol goreng cukup berbahaya bagi kesehatan jika tidak tahu cara mengolahnya yang benar. Berikut Memora.id rangkum dari berbagai sumber, bahaya konsumsi kol goreng.

1. Nutrisi akan rusak dan hilang

Tidak dipungkiri kol goreng akan memberikan rasa nikmat pada makanan. Namun apa kamu tahu bahaya dari kol goreng? Kol yang digoreng akan membuat nutrisi akan rusak dan hilang karena terkena minyak dan panas.

Adapun proses tersebut akan secara otomatis merusak jenis vitamin dalam kol seperti A, B, C dan K. Tak hanya rusak, nutrisi tersebut bahkan tergantikan dengan zat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit yang mengancam tubuh.

2. Efektif menaikan berat badan dan rentan menjadi Obesitas

Siapa sih yang mau memiliki berat badan berlebih atau sering disebut obesitas? Semua orang pastinya tidak mau memiliki badan seperti itu. Obesitas bisa menyebabkan beberapa gangguan pada tubuh. Obesitas bisa terpicu karena makan makanan yang berminyak.

Kol yang digoreng akan mengubah kandungan didalamnya. Kol goreng akan mengandung kolesterol jahan dan lemak jenuh. Kolesterol jahat dan lemah jenuh didapatkan dari kandungan tidak sehat yang terdapat dalam minyak. Apabila kamu mengonsumsinya secara berlebihkan, maka kamu akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Bahkan kamu bisa beresiko terkena obesitas yang berujung gangguan komplikasi alat pencernaan.

3. Akan memunculkan sifat acrylamide pada tubuh

Bukan hal yang baru jika minyak sangat efektif menyebabkan peradangan pada tubuh. Termasuk saat kol terkena minyak dan panas yang menghilang banyak nutrisi baik. Kol yang digoreng juga akan membuatnya memiliki sifat  acrylamide. Acrylamide terbukti efektif menyebabkan peradangan di dalam tubuh.  Acrylamide juga terbukti bisa picu berbagai jenis kanker. Adapun jenis kanker yang bisa dipicu akibat paparan acrylamide antara lain, kanker endometrium, kanker ovarium, kanker paru-paru, kanker ginjal, dan kanker tenggorokan.

Berbahayanya acrylamide dibukyikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Badan Makanan  dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) yang mengklaim bahwa zat tesebut bisa sebabkan kanker. Hal tersebut sudah diuji dengan objek hewan. Namun satu hal yang harus digarisbawahi, dalam penelitian tersebut menggunakan acrylamide dalam jumlah banyak. Jadi apabila kamu mengonsumi kol goreng tidak sering, maka tidak beresiko terkena kanker.

4. Picu munculnya kanker

Salah satu penyebab kol goreng bisa memicu kanker adalah hilangnya nutrisi baik pada kol mentah akibat terkena minyak dan panas saat digoreng. Apalagi dalam proses menggoreng kol dilakukan dalam waktu yang lama, hal tersebut akan membuat komposisi amina heterosiklik berubah fungsi menjadi karsinogenik. Perubahan senyawa tersebut memicu zat kanker tumbuh dalam tubuh.

Proses menggoreng dengan minyak yang tidak berkualitas baik juga akan memicu secara cepat penyakit kanker. Hal tersebut karena minyak akan mengalami proses oksidasi berulang kali. Efeknya keadaan minyak mengadung senyawa radikal bebas yang meningkat karena suhu panas. Jadi dengan menggoreng kol terlalu lama dan minyak yang digunakan sudah dipakai berulang kali akan lebih meningkat resiko munculnya kanker dalam tubuh.

pexels.com

5. Risiko terkena penyakit jantung

Tak hanya memicu munculnya kanker dalam tubuh, kol goreng juga bisa menyebabkan terkena penyakit jantung. Hal tersebut merupakan kebalikan dari manfaat kol mentah yang bisa malah menyehatkan tubuh. Karena proses oksidasi dari minyak yang terpanaskan membuat kol goreng mengandung lemak dan kolesterol tidak sehat.

Dengan adanya lemak yang jenuh dan kolesterol jahat, maka akan menyebabkan risiko penyakit jantung. Penyakit jantung sendiri bisa muncul karena kelebihan berat bedan. Seperti diketahui, mengonsumsi kol goreng sangat efektif meningkatkan resiko obesitas. Obesitas sendiri bisa dengan mudah memicu penyakit jantung.

6. Rentan Stroke

Seperti diketahui kol goreng memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi dan kadar kolesterol jahat yang bisa membuat kamu mengalami banyak gangguan kesehatan. Kolesterol dan lemak jenuh akan membuatmu mengalami banyak gangguan kesehatan seperti rentan terkena stroke.

Stroke merupakan kondisi yang terjadi pada tubuh karena  pasokan darah ke otak terganggu yang menyebabkan penyumbatan dan pembuluh darah pecah. Akibatnya, darah yang tidak dapat mengalir dengan baik membuat otak kekurangan asupan oksigen dan nutrisi dan merusak sel. Hal semacam itu bisa terjadi apabila kolesterol dan lemak jenuh mulai menganggu peredaran darah dalam mengalirkan oksigen ke otak.

7. Picu jerawat muncul pada wajah

Siapa sih yang mau wajahnya berjerawat? Semua orang ingin memiliki kulit wajah yang cerah dan bersih. Salah satu cara agar kulit wajah bersih adalah melakukan pola makan yang sehat.

Adapun salah satu makanan yang harus dihindari agar tidak jerawat adalah makanan berminyak. Dengan makanan berminyak, akan efektif menimbulkan jerawat karena lemak pada kol goreng mulai menggantikan nutrisi yang ada.

8. Alami penuaan diri

Masih berkaitan dengan kulit, mengonsumsi kol gireng bisa menyebabkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak bisa terpenuhi. Selain itu banyak zat sehat berubah menjadi jahat yang berefek pada kesehatan kulit. Alhasil, dengan mengonsumsi makanan berminyak secara berlebih akan membuat kulit kamu terasa lebih tua dari seharusnya.

9. Picu penyakit kelebihan kalori

Kol mentah sebenarnya termasuk dalam sayuran yang menyehatkan dan bisa sebagai tameng untuk menghancurkan sel kanker. Hanya saja saat digoreng, zat sehat pada kol berubah menjadi zat yang jahat. Tak Cuma perbedaan kol goreng dan kol mentah juga terletak pada kalorinya.

Kalori kol goreng bisa sangat jauh perbandingannya dengan kol mentah. Hal tersebut dikarenakan kol sudah tercampur oleh minyak. Kalori minyak sendiri sangat besar, seperti satu sendok minyak saja bisa mengandung 45 kalori. Padalah 100 gram kol mentah memiliki 22 kalori. Kebayang kan kalau kol mentah terkena minyak berapa kalorinya? Tentu akan berlipat-lipat ganda dan bisa memicu banyak penyakit.

Penyakit yang disebabkan karena lebihan kalori antara lain penyakit degeneratif. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh faktor usia. Namun bisa terindikasi lebih cepat bisa menerapkan gaya hidup tidak baik. Penyakit degeneratif contohnya diabetes, jantung, stroke, osteoporosis hingga Alzheimer.

Tidak mau kan mengalami hal-hal yang buruk karena kesalahan mengonsumi makanan? Makanya kamu harus cermat memerhatikan makanan yang ada di sekitarmu. Kol goreng boleh dikonsumsi, hanya saja lebih baik menggoreng sendiri karena kamu tahu kondisi minyak yang dipakai dan seberapa lama menggorengnya. Namun harus diingat, kol goreng boleh dikonsumsi dalam jumlah yang tidak banyak, karena bisa memicu beberapa penyakit seperti kanker.

Artikel Lainnya