Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap UMKM di Yogyakarta: Bagaimana Kondisi dan Starteginya Agar Keuangan Dapat Meningkat Kembali

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap UMKM di Yogyakarta: Bagaimana Kondisi dan Strateginya Agar Keuangan Dapat Meningkat Kembali

Guna mendukung perkembangan dan membantu adaptasi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta dalam tatanan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Bagian Perekonomian dan Kerjasama menggelar FGD digitalisasi UMKM.

Untuk bisa bertahan di tengah pandemi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus memiliki kecakapan digital. Karena pandemi Covid 19 ini menjadi masa yang paling sulit bagi para pelaku bisnis khususny UMKM. Dimasa pandemi ini banyak sekali UMKM yang terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu beradaptasi.

Perekonomian global mulai pulih dan diperkirakan tumbuh positif pada 2021. Pascakontraksi tajam pada Q2-2020, tren positif dan pemulihan ekonomi sejak Q3-2020 terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Dalam upaya melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah terus memberikan dukungan kepada UMKM.

UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, di mana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92% dari keseluruhan sektor usaha.

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak buruk terhadap UMKM. Sesuai rilis Katadata Insight Center (KIC), mayoritas UMKM (82,9%) merasakan dampak negatif dari pandemi ini dan sebagian kecil (5,9%) yang mengalami pertumbuhan positif.

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap UMKM di Yogyakarta: Bagaimana Kondisi dan Starteginya Agar Keuangan Dapat Meningkat Kembali

1. Kondisi UMKM Yogyakarta Dimasa Pandemi

Seperti yang kita ketahui bahwa kehadiran UMKM memiliki faktor penting dalam masyarakat. Adanya pandemi Covid-19 ini banyak pelaku UMKM yang harus menghentikan usahanya karena berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha yang mengalami penurunan pembeli sehingga mengakibatkan penurunan omset penjualan. Objek penelitian adalah UMKM yang terdaftar di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta periode Januari – Desember 2020. Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal. Dengan program #TerusUsaha, kami harap mampu membawa perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik lagi. Hasil survey dari beberapa lembaga (BPS, Bappenas, dan World Bank) menunjukkan bahwa pandemi ini menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman serta membayar tagihan listrik, gas, dan gaji karyawan. Beberapa diantaranya sampai harus melakukan PHK. Kendala lain yang dialami UMKM, antara lain sulitnya memperoleh bahan baku, permodalan, pelanggan menurun, distribusi dan produksi terhambat.

Baca Juga :  20 Quotes for Francesco Bagnaia, Message of Support Spirit in MotoGP

2. Strategi UMKM Agar Keuangan Meningkat Kembali dimasa Pandemi

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan pelaku UMKM yaitu strategi pemasaran, pengelolaan keuangan dan branding produk. Ketiga hal tersebut harus benar-benar dipikirkan pelaku UMKM di DIY agar mampu bertahan menghadapi kondisi perekonomian yang masih tidak menentu di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya dalam Webinar Milad Bank BPD Syariah ke-14 bertema UMKM Tetap Tumbuh di Masa Pandemi,

Pelaku usaha termasuk UMKM di DIY harus melek teknologi terutama di masa pandemi ini. Mereka dituntut harus menyesuaikan diri mulai merubah dari yang sebelumnya serba konvensional atau offline ke online dengan memanfaatkan mulai dari produksi, pengemasan, pemasaran dan sebagainya.

Selanjutnya, Faisol menambahkan pelaku UMKM di DIY harus bekerjasama sama dengan pihak penyedia jasa transportasi online. Kerjasama tersebut sangat menguntungkan bagi UMKM karena membantu memperluas dan mempermudah pemasaran ataupun distribusi produknya, khususnya bagi UMKM kuliner yang layanan pesan antarnya berkembang pesat saat ini. Pelaku UMKM di DIY juga harus melakukan inovasi produk yang dibutuhkan masyarakat saat masa pandemi. Mereka harus bisa membaca keinginan pasar saat ini, semisal kebutuhan masker, handsanitizer dan sebagainya lalu mengambil peluang tersebut dengan melakukan inovasi dan kreativitas. Tidak kalah pentingnya, UMKM juga harus membangun dan meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan produk yang berkualitas,

Penulis : Rika Wulansari ( Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap UMKM di Yogyakarta: Bagaimana Kondisi dan Starteginya Agar Keuangan Dapat Meningkat Kembali

 

Artikel Lainnya