50 Kata-kata bijak Dee Lestari, Menyentuh Kalbu

Kata-kata bijak Dee Lestari bagi banyak orang seperti memiliki nyawa. Kata-kata bijak Dee Lestari hanya diam di tempat hanya saja bisa menimbulkan inspirasi kemana-mana. Hal tersebut wajar, kata kata-kata bijak Dee Lestari didasarkan pada perasaan mendalam saat dibuat. Bicara tentang Dee Lestari tentu tidak bisa dilepaskan dari berbagai banyak karya sastranya. Pemilik nama lengkap Dewi Lestari Simangunsong mengawali karier dengan bermusik. Tak disangka, ternyata perempuan kelahiran Bandung, 20 Januari 1976 memiliki bakat terpendam di dunia literasi khususnya sastra novel, puisi dan cerita pendek.

Bakatnya mulai terlihat dengan kata-kata bijak Dee Lestari tertuang dalam lirik-lirik lagu. Lirik lagu yang dibuat Dee sangat menyentuh hati. Hal tersebut menjadi cocok saat Dee memutuskan untuk terjun juga di dunia literasi dan terbukti berhasil menciptakan banyak karya bagus. Lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung ini sudah menelurkan 13 buku. Dari 13 bukunya tersebut sudah ada 4 yang diadaptasi ke layar lebar yakni Supernova, Madre, Perahu Kertas dan Filosofi Kopi. Karya-karyanya tersebut menampilkan kata-kata bijak Dee Lestari yang sangat disukai pembaca. Kata-kata bijak Dee Lestari terlihat mengalir dan lebih-lebih mampu menyentuh perasaan.

Penasaran kan apa saja kata-kata bijak Dee Lestari yang menyentuh kalbu? Berikut Memora.id rangkum dari buku-buku Dee lestari dan berbagai sumber lainnya, kata-kaya bijak Dee Lestari.

Instagram.com/deelestari

1. Sejarah seperti awan yang tampak padat berisi, tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh

2. Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayangi bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi dia tidak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

3. Hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah.

4. Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.

5. Jika ingin 1 maka jangan ambil 2. 1 menggenapkan, tapi 2 melenyapkan.

6. Kamu hanya perlu menerima. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.

7. Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.

8. Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh

10. Masalahnya bukan soal percaya atau tidak, tapi tidak adanya kesempatan mempertanyakan.

11. Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan.

12. Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu.

13. Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat.

14. Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segalanya.

15. Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.

16. Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?

17. Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.

18. Keheningan mengapungkan kenangan, mengembalikan cinta yang hilang, menerbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan indah kegagalan. Hening menjadi cermin yang membuat kita berkaca-suka atau tidak pada hasilnya.

19. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

20. Separuh jiwa yang dia pikir hilang ternyata tidak pernah ke mana-mana, hanya berganti sisi, permainan gelap terangnya matahari dan bulan.

21. Ajarkan aku menjadi penipu, apabila ternyata kau merasakan sakit di dalam tawamu.

22. Berat hati kuakui, kesusahan, kegembiraan, ketika keduanya lewat bersamaan tanpa permisi, maka sensasinya sama.

23. Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia.

24. Bintang yang sama tidak akan pernah jatuh untuk kedua kalinya.

25. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tak sanggup saya miliki.

kata-kata Dee Lestari

Instagram.com/deelestari

26. Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis

27. Betapa ironisnya realitas saat harus bersanding dengan dunia dongeng.

28. Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

29. Kopi pertama pagi ini. Hangat, pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yang saling meramaikan.

30. Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman bukan penjelasan. Perjalanan bukan tujuan. Pertanyaan yang sungguh tidak berjodoh dgn segala jawaban.

31. Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Dia cinta kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.

32. Ada dunia di sekelilingmu. Ada aku di sampingmu. Namun, kamu mendamba rasa sendiri itu.

33. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

34. Dan usai tangis ini, aku akan berjanji. Untuk diam, duduk ditempatku. Menanti seseorang yang biasa saja.

35. Bagi saya, hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan biasa biasa saja.

36. Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karna dihadapan kopi kita semua sama.

37. Pengalaman merupakan bagian tak terpisahkan dari hubungan yang diikat oleh seutas perasaan mutual.

38. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.

39. Satu garis jangan sampai kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.

40. Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan.

41. Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.

42. Dalam orbit, aku hanyalah mie datar. Dan saya tidak tahu berapa lama lagi aku bisa begini terus.

43. Membuka diri tidak sama dengan menyerahkan.

44. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu

45. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud.

46. Kamu hanya perlu menerima. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.

47. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya sampai mati.

48. Kamu bebas percaya apapun yang kamu mau. Saya nggak bisa mengubah anggapan kamu. Hanya kamu sendiri yang bisa.

49. Kau hadir dalam ketiadaan, sederhana dalam ketidakngertian. Gerakmu tidak pasti, namun aku selalu ada disini. Menantimu.

50. Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?