Ciri-ciri Ejakulasi Dini dan 10 Cara Mengatasinya, Tak Cuma Atur Pernafasan

Siapa sih yang mau memiliki kelainan atau semacam hambatan dalam berhubungan intim dengan pasangan. Namun beberapa keadaan membuat banyak orang harus menerima mendapatinya sesuai dengan ciri-ciri ejakulasi dini. Ciri-ciri ejakulasi dini ini dianggap masalah yang cukup serius terkait hubungan intim suami istri.

Efek karena mendapati ciri-ciri ejakulasi dini bisa membuat pria tidak bisa menikmati hubungan seksualnya dengan pasangan. Untuk perempuan, mendapati pasangannya seperti ciri-ciri ejakulasi dini membuatnya tidak bisa disenangkan dan akhirnya malah menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Secara pengertian, ciiri-ciri ejakulasi dini adalah keadaan dimana seorang pria mengeluarkan sperma terlalu cepat. Terlalu cepat mengeluarkan sperma ini tidak bisa dikontrol sehingga membuat ia maupun pasangan menjadi kecewa. Namun ciri-ciri ejakulasi dini bisa kenali penyebabnya sehingga bisa tahu cara apa yang tepat untuk mengatasi.

Adapun ciri-ciri, penyebab dan cara mengatasinya akan diulas secara lengkap disini. Berikut Memora.id rangkum dari berbagai sumber, ciri-ciri ejakulasi dini, penyebab dan cara mengatasinya.

Tanda ejakulasi dini

Pixabay.com

Seperti diketahui, pria akan disebut ejakulasi dini jika terlalu cepat mengeluarkan sperma saat berhubungan intim. Namun  tak hanya seperti itu penjelasan tentang diagnosa tanda ciri-ciri ejakulasi dini. Adapun pria akan dianggap ejakulasi dini jika sesuai dengan diagnosa seperti tertulis di bawah ini.

– Ejakulasi dini akan terjadi apabila kurang dari satu menit setelah melakukan penetrani ke vagina saat pertama kali hubungan intim. Keadaan kurang dari satu menit secara medis terkenal dengan sebutan ejakulasi dini primer. Ejakulasi dini primer ini bisa saja disebabkan karena faktor bawaan dari lahir.

– Ejakulasi dini akan terjadi jia kurang dari tiga menit setelah melakukan penetrasi ke vagina. Keadaan kurang dari tiga menit inilah dalam istilah meds disebut dengan ejakulasi dini sekunder.

– Seorang pria akan didiagnosa ejakulasi dini juka dalam usaha penetrasinya tidak mampu menahan ejakulasi yang menyebabkan selalu gagal dalam berhubungan intim.

– Akibatnya seorang pria yang didiagnosa ejakulasi diri akan cenderung mengalami frustasi dalam berhubungan intim.

Ciri-ciri ejakulasi primer

Seperti sudah dijelaskan di atas, ejakulasi dini primer pada pria dikarenakan tidak mampu melakukan penetrasi selama satu menit. Namun tak hanya tanda seperti itu, masih ada beberapa ciri-ciri ejakulasi dini primer yang harus diketahui, diantaranya.

– Ejakulasi dini bisa terjadi jika sebelum melakuka penetrasi ke vagina akan mengalami masalah dengan keluarnya sperma. Tak hanya itu, sperma yang berusaha ditahan tetap akan keluar dengan batas tahan satu menit,

– Pria tersebut tidak akan mampu menahan untuk tidak mengeluarkan sperma lebih cepat. Godaan seksual yang menggebu-gebu malah membuat pria tersebut mengalami ejakulasi dini primer.

– Akhirnya, ejakulasi diri primer ini menyebabkan seorang pria akan bersikap negative terkait hubungan seksual dengan pasangan.

Ciri-ciri ejakulasi dini sekunder

Ejakulasi dini sekunder memiliki arti tidak mampu menahan lebih dari tiga menit sejak melakukan penetrasi ke vagina. Tak hanya itu, ejakulasi sekunder masih memiliki beberapa gejala psikologis yang kerap timbul dalam beberapa waktu. Adapun ciri-ciri gejala psikologis ejakulasi dini sekunder.

– Hanya mampu bertahan 3 menit.

– Merasa kurang percaya diri dalam seks

– Sering menyalahkan diri sendiri

– Tidak mampu berkomunkasi dengan baik

– Mendapati tekanan mental

– Merasa gelisah dan depresi

Faktor Penyebab Ejakulasi Dini

pixabay.com

Ciri-ciri ejakulasi dini bisa menyebabkan berbagai masalah dalam hidup seorang pria. Tak hanya masalah fisik, juga masalah psikologi. Hal tersebut menunjukkan kekhawatiran yang cukup besar dari seorang pria saat akan berhubungan seksual dengan pasangannya. Adapun penyebab ejakulasi dini bisa dikarenakan faktor psikologis dan fisik. Berikut faktor penyebab bisa mengalami ejakulasi dini

– Terpengaruhi oleh adanya penyakit

Ejakulasi dini bisa terjadi dalam tubuh pria karena adanya kendala medis dalam tubuh. Kendala medis yang dimaksud adalah kondisi tubuh yang terdapat penyakit di dalamnya. Adapun penyakit yang mempengaruhi seorang pria adalah tekanan darah tinggi, diabetes dan multiple sclerosis, penyakit prostat dan hipotiroidisme. Semua penyakit tersebut sangat memengaruhi durasi ereksi dari penis pria

– Penis terlalu sensitif

Salah satu penyebab kamu mengalami ejakulasi dini ialah karena kamu terlalu sensitive dengan hubungan seks. Maksud sensitive ialah kepekaanmu yang berlebih saat mau memulai hubungan seks. Hal ini mengakibatkan penis menjadi sensitive terhadap sentuhan. Salah satu cara agar mengurangi sensitifitas penis adalah dengan menggunakan krim anestesi atau alat kontrasepsi kondom yang memiliki fungsi memperlama atau memperpanjang durasi hubungan seksual dengan pasangan.

– Stress dan merasa cemas

Bukan rahasia lagi kalau mengalami stress bisa menyebabkan berbagai masalah di kesehatan. Tak terkecali dengan stress yang bisa menyebabkan ejakulasi dini. Biasanya stress dan cemas sering terjadi karena begitu khawatir dengan hubungan seksual. Merasa ragu apakah bisa memuaskan pasangan, juga menjadi penyebab ejakulasi dini yang harus dikurangi oleh para pria.

– Sulit tidur nyenyak

Satu satu penyebab ejakulasi dini adalah kualitas tidur yang tidak baik. Hal ini bisa disangkut pautkan dengan merasa stress dan cemas. Kurang berkualitasnya tidur menyebabkan seorang pria akan mengalami ejakulasi dini karena tubuh sering merasa capek dan  dalam kondisi tidak sehat. Efeknya saat berhubungan seksual sering kurang fokus dan cenderung merasa cemas.

– Terlalu sering melakukan masturbasi

Salah satu fakta menarik yang sering diabaikan oleh banyak pria remaja. Keseringan melakukan masturbasi atau hubungan seksual di usia remaja bisa menimbulkan efek yang buruk saat berhubungan seksual di usia dewasa.l Hal ini mengakibatkan seorang pria kurang bisa menahan atau mengalami kesulitan bertahan lebih lama saat berhubungan intim.

– Disfungsi Ereksi

Penyebab lainnya ejakulasi dini ialah karena menderita disfungsi ereksi. Efeknya disfungsi ereksi ialah bisa membuat penderitanya merasa cemas dalam hal berusaha untuk ereksi saat berhubungan seksual. Efeknya, penderita bisa melakukan secata buru-buru yang berakibat pada ejakulasi dini.

– Konsumsi narkoba dan alkohol

Bukan rahasia lagi kalau tidak menjaga pola hidup yang sehat bisa menyebabkan ejakulasi dini.l Seperti mengonsumsi alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba) seperti amfetamin dan kokain yang bisa  menyebabkan disfungsi ereksi. Efeknya penggunaan narkoba dan minum alcohol bisa menyebabkan ejakulasi dini. 

Cara mengatasi ejakulasi dini

pixabay.com

Ciri-ciri dan penyebab ejakulasi dini sudah dipaparkan dengan jelas di atas. Setelah mengetahui ciri-ciri ejakulasi dini dan penyebabnya, maka diperlukan cara mengatasi ejakulasi dini agar bisa berhubungan seksual dengan normal. Adapun cara mengatasi ejakulasi dini bisa dilihat dibawah ini.

– Biasakan untuk berusaha mengatur pernafasan saat berhubungan seksual. Pernafasan yang baik akan memperpanjang durasi keluarnya sperma.

– Cobalah untuk menekan pangkal penis saat ada tanda-tanda akan berejakulasi. Tujuannya agar menunda waktu keluar sperma.

– Cobalah lakukan secara rutih pelatihan otot dasar panggul atau yang sering disebut kegel exercise. Cara ini bisa dilakukan dengan cara mengkontraksikan otot bawah panggul. Cara ini layaknya orang menahan kencing. Tujuannya agar lebih bisa mengkontrol saat hubungan seksual.

– Memakai kondom agar mengurangi sensifitas kepala penis saat melakukan penetrasi.

– Jangan terlalu lelah bekerja dan sebisa mungkin hindari stress.

– Menjaga pola tidur yang berkualitas.

– Makan makanan yang sehat dan gizi yang tercukupi.

– Rajin berolahraga tiap hari agar menciptakan kepercayaan diri.

– Kesehatan penis lebih diperhatikan. Ada baiknya melakukan control ke dokter agar menghindari kemungkinan ejakulasi dini.

– Jika cara mengatasi masih belum ampuh, coba lakukan pengobatan atau terapi psikologis agar ejakulasi dini bisa teratasi.