Review Film Merangkul Jarak Cine Crib, Rapi Tapi Mudah Dilupakan

Judul: Merangkul Jarak

Kolaborasi: KINOVIA dan CINE CRIB

Tanggal Rilis: 29 Desember 2020

Pemeran: Jourdy Pranata, Agnes Naomi

Sutradara: Gerry Fairus

Eksekutif Produser: Dhita Intani

Produser: Melati Noer Fajri, Dhita Intani

Penulis: Asmi Nurais

Produser Lini: Rivira Tania

Sinematografer: Herlangga Janottama

Penata Artistik: Rezki Wedha

Penata Suara: Risanggalih Aditya Penyunting

Gambar: Fajrul Fadillah

Didukung oleh:

Anak Singa Studio, Ampersound Post, Reck Post House, Produksi Dari Hati, \\’ Brand Agency

Original Soundtrack: “Merangkul Jarak” – @Christabel Annora

Musik Kolaborasi: “Menarilah Sendiriku” (Alternate Version) – @Angsa & Serigala



Sinopsis Merangkul Jarak

instagram.com/cinecrib

Randi, seorang freelance filmmaker asal Bandung, merasa resah dan kesepian pada malam tahun baru. Untuk mencurahkan segala kegelisahannya, Ia terkoneksi jarak-jauh dengan Gista, sahabatnya sejak kuliah sekaligus sesama filmmaker, di Jakarta. Obrolan malam itu berakhir pada pertanyaan apakah Randi dan Gista akan melanjutkan mimpi mereka yang tertunda.

Poin Menarik

Bukan rahasia lagi jika poin menarik dari film pendek Merangkul Jarak dari Kinovia dan Cine Crib adalah di balik layarnya. Bagaimana tidak, yang biasanya mereview film, kini malah jadi yang direview. Tentu, film yang diproduksi oleh Cine Crib langsung menarik minat para subscriber setianya. Banyak yang penasaran dengan implementasi dari Cine Crib. Pengalaman mereview film pastinya akan diambil banyak poin-poin bagus untuk diterapkan di film Merangkul Jarak.

Benar saja, film Merangkul Jarak sangat memerhatikan hal-hal kecil yang mendetil. Salah satu scene yang cukup menarik adalah membawa speaker ke kasur setelah sebelumnya suara Randi tidak jelas. Selain itu, film ini termasuk film yang hangat dan dekat. Terlebih, hanya dengan dua orang saja (yang satu bahkan hanya suara), bisa membuat film ini ada nyawanya.

Pemeran Randi juga layaknya orang yang sedang menelpon cewek. Bergerak kesana kemari tanpa kejelasan dan hal-hal detil itu sangat related. Namun ke-related an tersebut juga ada beberapa celah, seperti film tanpa konflik sepertinya emang kurang seru dan hanya intemezzo belaka. Tapi toh, sebuah karya bukan selalu bicara konflik. Hal ringan juga bisa diangkat dan nilai kedekatan dengan penonton terkadang malah bisa menjadi poin yang sangat-sangat menarik.



Memorable Moment

Film Merangkul Jarak menurut saya memang film the real memanfaatkan situasi pandemi. Film ini seolah-olah menampar bahwa film masih bisa dibuat produktif walau hanya ada dua pemeran saja. Bahkan satu pemeran lain hanya suara. Berkaca pada film Story of Kale, film ini sudah mulai mengarah ke sana secara karakter. Karakter dibangun pelan-pelan hingga pada akhirnya mulai dimengerti oleh penonton.

Untuk saya pribadi, best moment Merangkul Jarak yakni saat mendengarkan musik saat Gista tiba-tiba menyalakan musik dan menyuruh Randi mendengarkan. Selebihnya, saya lupa bagian mana yang menjadi memorable momen lagi. Terlalu dekat dan ringan, membuat film ini mudah dilupakan. Orang hanya akan menangkap garis besar bahwa ada perempuan yang dulu suka seorang pria lalu keduanya membahas tentang film, karier hingga masa lalu mereka saat video call.

Bahkan satu celah lagi yang saya temykan yakni saya tidak tahu nama dua karakter ini siapa jika tidak melihat sinopsisnya. Hanya ada Ta dan Di saja. Tapi sekali lagi di balik ada celah yang sedikit itu, film ini sangat hangat dan dekat. Momen seperti memakai handuk di awal dan geli karena buku pemberian terus disimpan adalah bentuk riset brilian yang amat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Singkatnya, film ini hanya memperlihatkan dua orang video call, filmnya tak kemana-mana, tapi berhasil membuat imajinasi penonton kemana-mana. Itu yang mahal! Sama ada satu quotes dari Randy yang cukup keren yakni aku kayak berjarak dengan diri sendiri.



Memoscore

Film pendek Merangkul Jarak cukup menarik untuk ditonton. 24 menit akan terasa sangat cepat karena memang dibuat dengan sangat apik baik secara gambar maupun dibangun agar sedekat mungkin dengan kehidupan sehari-hari.

So, nilai untuk Film Merangkul Jarak: 7,5/10.