1 Day Trip Explore di Alun Alun Kota Bandung, Ada 12 Destinasi

Penulis: Heri Setiawan

Berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031 Pasal 74 ayat (2)  huruf a, perwujudan optimasi fungsi dan pelayanan Pusat Pelayanan Kota dilaksanakan melalui penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan atau Panduan Rancang Kota.

Kawasan Pusat Pelayanan Kota Alun-alun merupakan kawasan strategis kota karena mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap wilayah yang lebih besar. Dengan adanya  pembangunan dan pengembangan Pusat Pelayanan Kota Alun-alun bisa menciptakan kawasan pusat kota dengan karakteristik Kota Lama yang aktif dan beragam serta didukung kaidah-kaidah pengembangan yang berkelanjutan.

Selain itu, Pusat Pelayanan Kota Alun-alun ini juga dapat menciptakan lingkungan yang tertata, teratur, terintegrasi dan komprehensif sehingga rencana pengembangan kawasan kota memiliki elemen pengendali. Selain itu kawasan disini juga menjadi salah satu daya tarik destinasi utama di Kota Bandung. Untuk itu, berikut telah kami susun desain rute wisata terintegrasi antar Lokasi Pusat Pelayanan Kota Alun Alun dengan menghubungkan objek wisata di kawasan – kawasan Banceuy.

Sejarah Kawasan Alun-Alun Bandung

Alun-alun Bandung menjadi magnet yang menarik wisatawan dan masyarakat lokal berkumpul. Selain ramai oleh muda-mudi, ruang publik Kota Kembang ini juga menjadi alternatif untuk tempat berwisata bersama keluarga. Alun-alun Bandung mengalami beberapa kali renovasi. Pada dekade 1950 hingga 1960, Alun-alun Bandung dihiasi berbagai jenis bunga. Tahun 1973, Alun-alun Bandung dipercantik dengan kehadiran kolam air mancur yang selama 10 tahun menjadi ikon Alun-alun Bandung. Pada 2018, Pemkot Bandung mengganti rumput sintetis dengan motif yang lebih indah.

Daya Tarik Destinasi Wisata di Sekitar Kawasan Alun-Alun Bandung

MAP ROUTE ALUN ALUN BANDUNG
Dinas Pariwisata Kota Bandung

1. Tourist Information Center (TIC)

Tourist Information Center (TIC) merupakan salah satu sarana promosi wisata yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Petugas yang ada Tourist Information Center (TIC) akan memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung dengan menyampaikan beragam informasi daya tarik wisata yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. Wisatawan atau pengunjung yang membutuhkan informasi mengenai update wisata terkini di Kota Bandung bisa langsung datang dan berkunjung di Tourist Information Center (TIC) Kota Bandung di Jalan Asia Afrika tepatnya bersebelahan dengan Masjid Agung Bandung.

2. Kawasan Penjara Banceuy

Kawasan Banceuy ini diresmikan pemerintah kolonial pada 1871 dengan nama Bantjeuyweg. Dahulu, sebelum adanya kendaraan bermotor kawasan Banceuy dikenal sebagai tempat peristirahatan dan tempat mengganti kuda. Selain itu, di tempat ini juga terdapat sebuah bangunan peninggalan Belanda yaitu Penjara Banceuy yang merupakan situs penjara Ir Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Penjara Banceuy menjadi saksi bisu bagaimana Ir. Soekarno menyusun pledoi yang terkenal dengan sebutan Indonesia Menggugat.

Penjara Banceuy sendiri akhirnya dibongkar pada tahun 1983 dan dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta. Hal ini dikarenakan pemerintah daerah menilai lokasi sebelumnya tidak sesuai dengan tata kota, mengingat lokasi penjara ini berada di tengah pusat kota. Pada pembongkaran ini, Kawasan Penjara Banceuy dialihfungsikan menjadi kawasan pertokoan dan hanya menyisakan sel selama Bung Karno ditahan dan menara pos penjaga.

3. Kopi Aroma

Kopi Aroma merupakan toko kopi industri rumahan legendaris yang dalam Bahasa Indonesia ejaan lama kerap disebut Koffie Fabriek Aroma. Kopi Aroma didirikan oleh Bapak Tan Houw Sian pada tahun 1930 yang memindahkan usahanya ke Jalan Banceuy No. 51. Kegiatan pengolahan dan penjualan kopi gaya tradisional masih berlangsung di gedung yang sama hingga saat ini. Menariknya dari dulu, toko Kopi Aroma hanya menjual dua jenis biji kopi matang (roasted beans) yang telah dituakan, yaitu biji kopi Mokka Arabika yang dituakan selama 8 tahun dan Robusta yang telah dituakan selama 5 tahun.

Toko kopi ini memiliki jendela kaca yang bisa memperlihatkan bagaimana para pegawai di Kopi Aroma tengah menyiapkan kopi ke dalam kemasan dengan sangat gesit. Pelanggan Kopi Aroma terdiri dari berbagai kalangan dan rentang usia, meskipun terlihat bahwa lansia cukup mendominasi di area antrean. Kopi Aroma tidak membuka cabang di manapun, dan hingga kini toko ini masih memiliki penggemar yang rela berkunjung dari jauh hanya demi biji kopi.

4. Masjid Al Imtijaz

Masjid Al Imtijaz diresmikan pada 6 Agustus 2010. Jika kita melintas di depannya, sepintas, kita akan mengenali bangunan ini sebagai klenteng (tempat ibadah umat Khong Hu Cu) namun ternyata bangunan ini merupakan sebuah masjid. Kata “Al-Imtizaj” sendiri merupakan pembauran dari Bahasa Mandarin yaitu “Ronghe” yang artinya adalah pembauran antara para mualaf yang baru mempelajari agama islam dengan para umat muslim yang sudah lama beragama islam.

Sesuai dengan makna dari namanya, selain menjadi fasilitas beribadah bagi umat Islam, Masjid Al Imtijaz ini menjadi pusat pembinaan dan informasi bagi para mualaf (khususnya mualaf Tionghoa) yang ingin mempelajari agama Islam agar para mualaf semakin bisa mengenal Islam secara lebih mendalam. Dengan adanya pusat pembinaan ini pun, diharapkan bahwa hubungan antara para mualaf baru dan juga umat muslim yang lama menjadi semakin dekat dan akrab.

5. Pasar Antik Cikapundung

Bagi para pecinta barang-barang vintage, bisa mengunjungi Pasar Antik Cikapundung yang berada di ujung Jalan Cikapundung Barat atau dekat Sungai Cikapundung. Meski saat ini sudah banyak barang yang lebih terkini, namun antusiasme dari pemburu barang antik rupanya masih cukup tinggi. Banyak kolektor-kolektor yang datang dari luar kota hanya untuk mencari barang yang mereka inginkan, ataupun barang yang memiliki nilai dan makna tertentu.

Baca Juga :  7 Spot Foto di Pulau Wayag, Berenang dengan Hiu

Barang-barang antik yang dijual di tempat ini diantaranya, mesin ketik, lampu, kamera, piringan hitam, gelas, komik jadul, radio, bahkan lukisan pun ada. Namun terkadang, kondisi barang yang dijual sudah tidak dalam keadaan yang baik sehingga pembeli harus lebih teliti sebelum membeli barang tersebut. Barang yang ada disini pun beberapa memiliki kaitan dengan hal-hal mistis, meskipun begitu masih tetap saja ada kalangan kolektor yang antusias untuk membeli.

6. Kawasan Heritage Braga

Jalan Braga merupakan sebuah kawasan ikonik yang berada di dekat pusat Kota Bandung. Sebelum dikenal dengan nama Jalan Braga atau Braga Weg, jalan ini diberi nama Pedati Weg atau Jalan Pedati yang memang dulu banyak dilalui oleh moda transportasi tersebut. Dahulu Jalan Braga pernah menjadi kawasan yang lebih Eropa dibanding Eropanya sendiri.

Dengan sebutan “De meest Eropeesche winkelstraat van Indie” atau (Kompleks perbelanjaan Eropa paling terkemuka di Hindia Belanda). Kini, kawasan Braga dikenal sebagai salah satu daya tarik destinasi utama di Kota Bandung dengan daya tariknya ialah kawasan heritage dan cagar budaya yang masih bertahan hingga kini, karena bangunan tersebut tidak pernah diubah bentuk aslinya dari waktu ke waktu.

7. Braga Permai

Braga Permai atau dulu dikenal dengan nama Maison Bogarijen yang berdiri sekitar tahun 1918 – 1923. Braga Permai dinobatkan sebagai salah satu restoran tertua di Kota Bandung. Sejak zaman dulu, Maison Bogerijen sanga terkenal dan berkelas karena satu-satunya restoran yang dikunjungi raja-raja Belanda. Suasana jadul atau tempo dulu masih cukup terasa saat kami masuk ke resto ini. Banyak pengunjung terutama yang berusia lanjut, mengunjungi restoran ini hanya untuk bernostalgia dan mengenang kembali masa-masa mereka.

8. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum ini bernama MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA. Nama tersebut digunakan untuk mengenang peristiwa Konferensi Asia Afrika yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi negara-negara di kawasan Asia Afrika. Museum Konferensi Asia Afrika resmi didirikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1980, sebagai puncak Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika. negara.

Museum ini menyajikan peninggalan-peninggalan, informasi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika, termasuk latar belakang, perkembangan konferensi tersebut, sosial budaya, dan peran bangsa-bangsa Asia Afrika, khususnya bangsa Indonesia dalam percaturan politik dan kehidupan dunia.

9. Palestine Walk

Palestine Walk merupakan sebuah taman sepanjang 100 meter yang diresmikan pada Sabtu, 13 Oktober 2018 oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina, Dr. Riad Malki. Palestine Walk merupakan simbol dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Landscape memorial ini juga merupakan monumen persahabatan kedua negara. Palestine Walk menggambarkan dukungan dan komitmen masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bandung terhadap perjuangan rakyat Palestina dan sebagai pengingat agar semangat perjuangan tersebut tetap beresonasi di hati.

10. Pendopo Kota Bandung

Pendopo menjadi bangunan pertama yang dibangun di kawasan Alun-alun Bandung, yang didirikan oleh Bupati Bandung ke-6, Wiranatakusumah II atau asli Raden Indrareja dan kerap dipanggil Dalem Kaum pada Tahun 811 dan selesai tahun 1812. Sekarang, Pendopo menjadi satu bangunan ikonik di Kota Bandung yang sekarang menjadi rumah dinas sekaligus kantor bagi Wali Kota Bandung. Hingga saat ini, Pendopo Kota Bandung masih berdiri kokoh dan semakin asri.

11. Alun Alun dan Masjid Bandung

Masjid Agung atau Masjid Raya Bandung menjadi salah satu spot wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat berlibur Kota Bandung. Masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1810 memiliki dua menara kembar yang nampak gagah, jika wisatawan pergi ke bagian atas menara, maka bisa terlihat pemandangan Kota Bandung dengan sangat jelas dan indah.

Masjid ini pun menjadi salah satu masjid tertua di Kota Bandung. Sejak awal didirikannya, masjid yang terletak berhadap-hadapan dengan Bale Bandoeng atau Pendopo Kota Bandung. Beberapa pihak menyebut masjid telah mengalami 8 kali perombakan. Di pelataran Mesjid Agung terdapat Alun-Alun Kota Bandung yang hijau dan indah.

12. Kings Shoping Center

Kings Shopping Center merupakan salah satu pusat perbelanjaan ternama dan legendaris di Kota Bandung dan sudah berdiri sejak tahun 90’an. Tempat ini sempat mengalami kebakaran beberapa tahun lalu, namun kini Kings Shopping Center telah berubah dengan rancangan yang megah dan modern. Kings Shopping Center sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan dan menghabiskan waktu berbelanja dengan nyaman, khususnya mendekati waktu lebaran, Kings Shopping Center menjadi salah satu tujuan untuk berburu baju baru di hari raya.

Artikel Lainnya